Pernikahan adalah momen sakral istimewa bagi yang menunaikannya.
Maka tak heran, jika banyak orang menginginkan yang istimewa juga untuk setiap
detailnya. Mulai dari dekorasi dan fotografi, rias pengantin, katering dan
bahkan sampai ke detail maharnya.
Untuk hal mahar, sekarang ini semakin variatif
pengemasannya. Orang semakin kreatif menatanya agar tampak lebih berharga. Uang
kertas dan koin dengan jumlah sesuai mahar yang diajukan, ditata dan dirangkai sedemikian
rupa dengan berbagai kreasi bentuknya. Ada yang berbentuk masjid, sepasang burung
merpati, burung merak, kapal layar, wayang dan segala macam. Sangat detail,
bahkan jumlah nominalnya ada juga yang disesuaikan dengan hari jadi atau
tanggal pernikahannya.
Nah, karena yang dirangkai itu adalah uang asli, terkadang
jadi sayang jika mau dibongkar lagi. Kalaupun mau dibongkar, jika lem
perekatnya terlalu kuat bisa berakibat uang rusak. Akhirnya hanya dipajang
sebagai kenang-kenangan. Padahal mahar itu kan sesuatu yang seharusnya bisa
langsung dimanfaatkan. Di lain sisi lain, mengunci uang asli di dalam pigura hias
semacam itu sudah bisa dikategorikan sebagai penimbunan uang. Jumlah uang yang
beredar di masyarakat pun jadi berkurang.
Lalu bagaimana solusinya?
